Maurits Pardosi dan Martinus Haloho

Paroki St. Petrus dan Paulus, Kabanjahe menghelat pertemuan akbar Orang Muda Katolik (OMK) pada tanggal 5-7 Juli di paroki. Peserta berasal dari empat rayon (pembagian wilayah paroki); Rayon Kabanjahe, Kaca Ribu, Simpang Empat, dan Munthe. Seluruh peserta diperkirakan mencapai 750 orang. Oleh karena itu, panitia harus mampu mengkoordinasikannya dengan baik.
Dalam acara ini, beragam kegiatan diselenggarakan, misalnya: pertandingan olah raga (Bulutangkis, Volley, Tarik Tambang, Tenis Meja; putra dan putri), seni (vocal solo, vocal group, tari kreasi), kuis, mazmur, merangkai bunga, tari karo), dan tata rias.

Pembukaan acara ini disahkan ole parokus dan Dewan Pastoral Paroki (DPP). Kegiatan ini diadakan di salah satu rayon yang berdomisili di desa Singga Manik, Kecamatan Munthe, Kabupaten Karo. Pembukaan ini juga mengandung makna bahwa pemerintah desa ikut betpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Pihak pemerintah ikut serta membantu menyediakan akomodasi bagi para peserta.
Seluruh peserta tinggal bersama umat di daerah Singga Manik, Kecamatan Munthe. Para peserta mendapat perhatian khusus karena mereka tinggal bukan saja di rumah umat Katolik, tapi sebagian dari mereka tinggal di rumah non Katolik. Nilai persaudaraan dan persatuan terpupuk. Seluruh kebutuhan para peserta tentu mendapat sokongan dari induk semang mereka selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini sangat unik karena seluruh lapisan masyarkat di Singga Manik bersinergi guna menyukseskan kegiatan tersebut. Menurut keterangan panitia, pemerintah desa juga memberikan suntikan dana demi kelancaran kegiatan.
Sekaitan dengan kegiatan, pertandingan olahraga sudah berlangsung kurang lebih dari dua minggu sebelum pertemuan akbar ini. Pertandingan tersebut dihelat di area Paroki St. Petrus dan Paulus, Kabanjahe.
Menurut keterangan Martinus Haloho, pendamping OMK rayon Kaca Ribu, “kami sungguh bangga melihat geliat kaum muda dalam pertemuan ini. Suasana yang sangat kondusif ini memungkinkan tali persahabatan di antara mereka tetap lestari. Kesetiaan mereka mengikuti alur acara tentu menyiratkan betapa pentingnya kegiatan demikian agar kehangatan tetap ada.”
Elbina Theresia Haloho, penyabet juara II lomba vocal solo berharap agar acara seperti ini tetap dilakukan agar semua OMK semakin mampu memberi diri demi pengembangan gerej di masa mendatang.

























