Maurits Pardosi

Kopihangat, 18 September 2019, Kopihangat sedang bertemu dengan Yulia Sinurat dan bercengkerama seputar kegiatan harian sebagai Penyuluh Agama Katolik Kota Medan. Beliau mengurai kegiatannya sebagai penyuluh. Salah satu bentuk praktisnya, Yulia Sinurat bekerjasama dengan Parokus Paroki St. Padre Pio, Helvetia-Medan, RP. Fiorensius Sipayung, OFM Cap.
Pastor Paroki St. Padre Pio menyambut hanga rencana pembentukan Tim Pelaksanaan Pendidikan Agama Katolik. Hal ini bertujuan agar semua anak yang ada di paroki tersebut mendapatkan pengajaran agama katolik. Salah satu sekolah yang dituju adalah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Free Methodist, Medan. Dalam kunjungannya, Yulia Sinurat bersama tim memberikan materi seputar iman kekatolikan.

Pada pertemuan pertama, Yulia Sinurat bersama tim sangat prihatin melihat kondisi anak-anak katolik yang tidak mendapatkan pengajaran agama katolik. Tidak mungkin anak-anak hanya bermodalkan pengetahuan dari Gereja saja. Sekolah juga harus menyediakan ruang bagi mereka belajar intensif. Dengan komunikasi yang intens dengan pihak sekolah, Tim Pelaksanaan Pendidikan Agama Katolik pun bisa mengajar dengan leluasa.
Bila disajikan dalam data, pada pertemuan pertama, 80 % siswa-siswi belum paham mengenai doa-doa dasar Katolik. Pada pertemuan kedua, 70 % dari keseluruhan siswa ternyata sudah memahami doa-doa dasar Katolik. Hasil ini tidak membuat tim langsung berpuas diri. Usaha dan upaya harus tetap berjalan. Kali ini mereka sedang mengadakan pengajaran, sebagai pertemuan ketiga. Dan, kegiatan ini akan tetap berlangsung.
Dari uraian Yulia Sinurat, kegiatan ini tidak akan pernah bisa terlaksan bila parokus lalai. Ternyata, kehadiran tim ini telah menjawab keprihatinan parokus tersebut. Selain menjadi kerinduan parokus, tim juga setia pada wacana yang selalu dikumandangkan oleh Keuskupan Agung Medan, “100 % Katolik, 100 % Indonesia”. Setidaknya, niat menjadi pro ecclesia et patria sudah tertanam pada anak sejak dini. Mereka diajak mencintai gereja dan bangsa.
“Siswa dan siswi jangan sampai kehilangan jejak sekalipun mereka tidak punya guru agama katolik yang tetap. Kami siap menjadi suluh bagi mereka. Karena seorang penyuluh harus benar-benar menjadi suluh. Kita juga sudah berkoordinasi dengan Pastor Paroki St. Padre Pio untuk pengadaan biaya transpot bagi guru-guru agama katolik. Kiranya ini bisa menunjang kinerja menuju masa depan cerah” tutup Yulia Sinurat.




















OMK sedang berada di jembatan dan bersiap melompat ke sungaiOMK stasi St. Damianus, Lau Simomo merencanakan rekreasi ke daerah Tiga Binanga pada 19 Juli 2019. Kegiatan ini bermula dari bincang-bincang bersama setelah menggelar aksi mereka pada temu akbar OMK se Paroki St. Petrus dan Paulus, Kabanjahe. OMK terdiri dari beragam jenjang umur karena jumlah umat di stasi tersebut masih sedikit. Secara umum, mereka masih duduk di bangku SMP dan SMA. Sebagian dari mereka adalah mahasiswa dan mahasiswi.
Saling berbagi pada acara makan bersamaDalam rekreasi ini, orang tua yang diwakili oleh Pak Rulin dan Nande Rulin. Artinya, orang tua tetap memberikan perhatian terhadap kaum muda. Hal unik lainnya adalah kerjasama mereka dalam mempersiapkan kegiatan mereka. Ada yang menyediakan kayu bakar, makanan; daging, ikan, nasi, dan aneka bumbu. Salah satu OMK juga bersedia menyediakan pengangkutan ke tempat rekreasi.
Kebersamaan tampak dalam permainan airOMK yang berjumlah tidak lebih dari tiga puluh orang ini menikmati rekreasi ini dengan penuh semangat. Tampaklah kebersamaan mereka lewat permainan air dan bernyanyi bersama. Canda tawa saling beradu saat yang satu bercerita dan yang lain mendengarkan.Sesudah acara makan siang, OMK berenang bersama. Sembari menikmati pesona sungai Tiga Binanga, tepatnya Sungai Namo Karang, Kecamatan Juhar, Kidupen OMK mencoba atraksinya melompat dari jembatan ke sungai.Sebelum pulang, Nande Rulin mengumpulkan OMK kembali guna menyemangati mereka atas perolehan prestasi. “Saya sungguh bangga melihat kalian, OMK atas keberhasilan beberapa pertandingan; bulutangkis, vocal solo, merangkai bunga, vocal group, dan lari goni. Seluruh hadiah dihibahkan guna biaya rekreasi. Kita rekreasi bukan karena ada hadiah pertandingan. Jadilah orang-orang yang peduli akan gereja kita” terang Nande Rulin.
Foto bersama sebelum pulangAcara ini berlangsung meriah dan tentu selurun OMK bisa saling memperlihatkan kekuatan persaudaraan. Pak Rulin berharap bahwa kedepannya, OMK semakin memupuk persaudaraan agar tetap lestari.
Sayonara..

